Web Profile MAN 2 Kota Bandung | Artikel

Minal Khairu madrasah Ila Khairu Ummah

Januari 21, 2021

DESCRIPTION

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ ۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

Terjemah Kemenag 2002

110.  Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang fasik. (QS. Ali Imran, 3:110).


Bila dicermati dengan seksama, setidaknya ada lima pesan penting dari firman Allah Swt ini. Kelima pesan tersebut, terhimpun menjadi sebuah gagasan pokok untuk membangun khairu ummah (masyarakat unggul).

Pertama, melakukan gerakan pemberdayaan, dalam bahasa Qur'an disebutnya 'amar ma'ruf. Konsep 'amar ma'ruf itu, secara kebahasaan mengandung arti mengajak pada kebaikan, dan perbaikan. Dalam narasi ilmu sosial modern, gerakan itulah yang disebut dengan gerakan pemberdayaan (empowering) terhadap potensi dan kemampuan masyarakat.

Kedua, memiliki tradisi kritis. Tradisi kritis tidak bisa dibangun, bila tidak memiliki sistem pendidikan yang mampu mengembangkan nalar kritis. Salah satu fungsi kritis itu, adalah mampu bersikap objek dan korektif terhadap ragam hal yang dianggap keluar dari koridor kebenaran. Meminjam istilah Qur;an, yakni nahyi munkar, mencegah sikap, tindakan dan perilaku yang melanggar norma hukum, kebenaran dan keadilan.

Ketiga, memiliki sikap istiqomah terhadap nilai-nilai luhur (high values atau high culture). Konsep yang hadir dalam firman Allah Swt ini, yakni dipayungi dengan sikap tu'minuna billah,  beriman kepada Allah. Generasi unggul, tidak menghambakan diri pada hasrat, kepentingan diri, dan berpikiran sesaat. Generai unggul sadar dan istiqomah terhadap nilai-nilai luhur, yakni beriman kepada ALlah Swt, dengan ragam instrumen yang mengikutinya.

Keempat, memiliki literasi sosial budaya. Generasi unggul, memahami, bahwa ada keragaman sikap, budaya dan pilihan hidup. Terkait hal ini, generai unggul mengambil sikap, bahwa dibalik perbedaan itu, memiliki keyakinan bahwa diluar kelompok dirinya, yakni ahlu kitab pun, ada kelompok yang memiilki orientai hidup mulia. Oleh karena itu, tidak menggeneralisir dan juga tidak menghukuminya. Itulah pesan dari ujung firman ALlah Swt itu, yakni ada kelompok ahlu kitab yang beriman. Implikasi dari pemikiran ini, jalinan komunikasi dan interaksi yang menjaga kerukunan menjadi sangat penting.Nilai dasar dari persoalan ini, adalah pentingnya kompetisi dalam kebaikan dan perbaikan (fastabiqul khairat), baik dalam sains, teknilogi, ekonmomi, sosial, budaya atau aspek kehidupan lainnya.

Terakhir, seluruh sikap itu, dapat dikategorikan adalam bentuk aktivisme, artinya, Islam mengedepankan sikap praktis dalam kehidupan nyata, dalam rangka melakukan perbaikan dan kebaikan. Bila kelima prinsip dasar ini, bisa diwujudkan, maka orientasi menjadi madrasah terbaik, sebagai bagian pentingd alam membangun umat terbaik bisa diwujudkan.

semoga !

(Momon Sudarna, guru Geografi, MAN 2 Kota Bandung).

Info Sekolah MAN 2 Kota Bandung

  • Jl. Cipadung, No. 57, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
  • man2kotabandung@yahoo.com
  • (022) 63722262

Info Guru

An An Andriana

Jabatan, Ketatausahaan

Erni Yuliastini

Jabatan, Guru

Agus Viya, S.IKOM

Jabatan,

Iik Abdul Ropik, S.Psi.I

Jabatan,

Ahmad Taopik, S.H.I

Jabatan,

Asep Nurjaman

Jabatan, Ketatausahaan

Watinah, S.Pd.

Jabatan,

Berita Terkini

Artikel Terkini